KategoriPertanian dan Perkebunan
Judul"Analisis Respon Petani terhadap Program Pengembangan Kawasan Usahtani Agribisnis Terpadu (KUAT): Studi Kasus di Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Pontianak"
PenulisDr. Ir. Rahmatullah Rizieq, M.Si
Tahun2006
Keterngan

Abstrak

 

Tujuan dari riset ini adalah untuk mengetahui respon petani dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi respon petani terhadap program Pengembangan Kawasan Usaha Agribisnis Terpadu.

Untuk keperluan analisis diambil sampel secara bertahap.  Tahap pertama dilakukan pemilihan desa dan dusun secara sengaja.  Pada tahap kedua diambil sampel petani untuk tiap-tiap desa dengan metode ”proposional random sampling” sebanyak 100 petani.  Digunakan kuestioner untuk memperoleh data dari petani.  Untuk menghitung sikap petani digunakan metode Fishbein.  Dalam riset ini digunakan model Probit.  Untuk menghindari terjadinya multikolenearity karena banyaknya variabel , digunakan analisis faktor untuk mengelompokan beberapa variabel yang berkorelasi menjadi satu variabel.

Hasil analasis regresi dengan menggunakan model Probit memberikan hasil sebagai berikut: (1) Program pemerintah sebelumnya berpengaruh negatif terhadap sikap petani terhadap program kuat; (2) Informasi Pertanian tidak berpengaruh signifikan terhadap sikap petani terhadap program kuat.  (3).  Keluarga petani berpegaruh positif terhadap sikap petani terhadap program kuat;  (4) Status sosial petani berpegaruh negatif terhadap sikap petani terhadap program kuat.  (5)  Skala usahatani berpegaruh negatif terhadap sikap petani terhadap program kuat.

Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut: (1)  Petani memberikan sikap positif terhadap program Kuat. (2) Program pemerintah sebelumnya yang pernah dilaksanakan di daerah penelitian belum memberikan dampak positif bagi masyarakat, sehingga  mempunyai pengaruh negatif terhadap respon petani terhadap program Kuat.  (3) Program penyuluhan pertanian belum dilakukan secara optimal.  Hal ini dapat dilihat dari sedikitnya petani yang mengikuti penyuluhan pertanian secara rutin, dan pengaruhnya yang negatif terhadap program Kuat. (4) Kelompok tani belum diberdayakan secara optimal.  Masih sedikitnya petani yang tergabung dalam kelompok tani dan masih rendahnya kelas kelompok tani yang ada di daerah penelitian juga menyebabkan pengaruh negatif terhadap respon petani terhadap program Kuat.  Agar program Kuat dapat mencapai tujuan yang direncanakan, hasil penelitian ini memberikan rekomendasi sebagai berikut: (1)  Menjadikan petani sebagai subjek dari program kuat, bukan hanya sebagai objek.  (2)   Program penyuluhan dilakukan dengan menyesuaikan kepada kebutuhan dan kondisi masyarakat.  (3) Kelompok tani harus diberdayakan sebagai kekuatan untuk menstimulasi kegiatan usahatani masyarakat melalui program Kuat.  (4)Perlu dilakukan penelitian yang lebih mendalam tentang efektifitas penyuluhan pertanian dan peran kelompok tani dalam pembangunan pertanian di Kalimantan Barat.

Photo Kegiatan