KategoriPertanian dan Perkebunan
JudulBudidaya Ulat Sagu (Rhynchophorus ferrugineus OI.) Pada Media Buatan
PenulisIr. Anisanti Widyaningsih, MS
Sri Rahayu
Tahun2003
Keterngan

Abstrak

Ulat sagu menipakan baban makanan sumber protein tinggi, yang dapat dijadikan sebagai komoditi ekspor vang menjanjikan. Budidava ulat sagu sampai saat ini belum dikenal. Un.tuk mengembangbiakkan serangga ini dilakukan penelitian tentang budidava ulat saga pada beberapa media buatan. Penelitian terdiri dad dua tahap, tahap pertama budidava ulat sagu secara masal, inenggunakan rancangan acak lengk.ap dengan sepuluh media sebagai perlakuan dengan lima ulangan. Tahap kedua budidaya ulat saga secara individu, menggunakan rancangan acak lengkap dengan sepuluh jenis media seba.gai perlakuan dan setiap perlakuan terdiri dad. 20 individu ulat instar sate. Pada. percobaan tahap pertama berat panen larva yang tinggi pada media modifikasi. Salama 11 sebesar 5.8015 gram, diikuti media empulur sagu yaitu 5.2562 gram namun dengan persentase panen larva masing-masing 2 dan 20 % dan lama panen larva 11 dan 10 minggu. Sedangkan pada tahap kedua berat panel' larva tinggi pada media empulur saga seberat 4.1905 gam, parutan sagu + aci sagu 10% 17712 gram dan cam.puran parutan sagu ampas saga 1623 gram, dengan persentase panen larva masing — masing 85 (),<), 15 % dan 80 % dan lama panen larva 7.7 minggu„ 7 minggu dan 8.4 minggu. Biaya yang dibutuhkan untuk membeli media yang paling mural adalah. media canipuran parutan, saga + ampa.s sagu (1 1).

Photo Kegiatan