KategoriSosial, Politik dan Pemerintahan
Judul"Model Pemberdayaan Masyarakat Miskin Melalui Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kajian Pelaksanaan BLT Di Kalimantan Barat"
PenulisDrs. Broto Sungkowo
Tahun2009
Keterngan

Abstrak

Berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2008 tentang Pelaksanaan Program Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk Rumah Tangga Sasaran (RTS) dalam rangka kompensasi pengurangan subsidi BBM, Program BLT pelaksanaannya harus langsung menyentuh dan memberi manfaat langsung kepada masyarakat miskin, mendorong tanggung jawab sosial bersama dan dapat menumbuhkan kepercayaan masyarakat kepada perhatian pemerintah yang secara konsisten benar-benar memperhatikan Rumah Tangga Sasaran yang pasti merasakan beban yang berat dari kenaikan harga BBM. Tujuan dari Program BLT dalam rangka kompensasi pengurangan subsidi BBM adalah: 1) Membantu masyarakat miskin agar tetap dapat memenuhi kebutuhan dasarnya; 2) Mencegah penurunan taraf kesejahteraan masyarakat miskin akibat kesulitan ekonomi; 3) Meningkatkan tanggung jawab sosial bersama. Penyaluran BLT adalah pekerjaan yang ”raksasa” karena mempunyai 3 (tiga) karakteristik yaitu (1) Sangat besar dananya  ; sebesar Rp 14 triliun (hanya untuk bulan Juli­Desember 2008). Jumlah RTS penerima BLT banyak sekali jumlahnya mencapai 19,1 Juta RTS. Selain itu BLT ini (2) Cepat Sekali waktunya ; karena BLT harus segera langsung diterima oleh keluarga miskin tanpa melalui prosedur berbelit. (3) Bebas penggunaannya; artinya RTS penerima BLT bebas menggunakan uang tersebut sesuai dengan kebutuhannya, tanpa ikatan-ikatan tertentu. Penelitian ini  Secara spesifik bertujuan untuk mengetahui masalah yang dihadapi dalam pelaksanaan pemberian BLT dan pemanfaatan dana BLT (cash transfer) oleh RTS  penerima BLT di Kalimantan Barat. Berdasarkan hasil penelitian ada enam titik kritis atau kelemahan yang harus dibenahi dalam pengucuran dana BLT. Keenam titik kritis tersebut meliputi: (1) proses pencacahan atau pendataan rumah tangga miskin; (2) proses penetapan direktori rumah tangga miskin; (3) proses pembagian KKB; (4) proses penyaluran dana; (5) proses sosialisasi; dan (6) proses penanganan pengaduan

Photo Kegiatan