KategoriEkonomi dan Perdagangan
JudulPengembangan Model Usaha Tani Karet di Kalimantan Barat
PenulisAchmad Nashar Setyabudi, SP
Tahun2014
Keterngan

Abstrak

Permasalahan yang dihadapi dalam usahatani karet di Kalimantan Barat antara lain adalah produksi karet yang masih relatif rendah, sebanyak 258.934 ton/ tahun, dengan produktivitas karet 843 kg/ ha.  Produktivitas karet hanya di bawah 1000 kilogram per hektare, masih jauh dari potensi produksi yang sebenarnya, seandainya teknis budidaya diterapkan secara baik dan benar. Sesuai dengan  masalah  yang  dihadapi   maka penelitian ini bertujuan untuk : 1). Menganalisis tingkat produksi karet di Kabupaten Sambas dan Kabupaten Bengkayang 2). Menganalisis kondisi existing faktor-faktor usahatani karet yang mendukung produksi karet di Kabupaten Sambas dan Kabupaten Bengkayang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2014 sampai dengan bulan Agustus 2014, di Kabupaten Sambas dan Kabupaten Bengkayang. Sementara alat analisis yang dipakai adalah bersifat deskriptif dengan pendekatan Kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kabupaten Bengkayang memiliki kebun karet seluas 52.107 ha, dengan produktivitas kebun karet rata-rata sebesar 762 kg/ ha. Sedangkan Kabupaten Sambas memiliki kebun karet seluas 53.043 ha, dengan produktivitas kebun karet rata-rata sebesar 797,00 kg/ ha. Hasil analisis menunjukkan bahwa masih rendahnya produktivitas tanaman karet, disebabkan usahatani karet rakyat masih menghadapi  permasalahan-permasalahan : sulit memperoleh bibit klonal, harga bibit klonal bersertifikasi mahal, bibit karet palsu, permasalahan drainasi kebun, permasalahan sanitasi kebun/ pemeliharaan kebersihan lahan, permasalahan teknis (jarak tanam,  peremajaan), harga pupuk mahal, sulit mendapatkan pupuk, permasalahan hama/ penyakit, sampai permasalahan teknis penyadapan/ panen. Permasalahan yang dihadapi oleh petani karet di lokus penelitian bersifat teknis dan sistemik. Upaya-upaya sistemik dan komprehensif untuk mengatasinya, antara lain melalui pendekatan penguatan dan pemberdayaan peran/ fungsi BP3K yang ada di setiap kecamatan sebagai kunci & ujung tombak pembangunan pertanian di lapangan, serta peranan Pemda sebagai fasilitator dan dinamisator melalui pembangunan Pusat Agribisnis Karet Daerah (PAKD).

 

Kata Kunci : Produktivitas, Usahatani Karet, sistemik, pemberdayaan, agribisnis

Photo Kegiatan