KategoriPertanian dan Perkebunan
Judul"Studi Usaha Tani Kopi di Kalimantan Barat"
Penulis(1) Achmad Nashar Setyabudi, SP, (2) Ir. Rudy Setyo Utomo, (3) Ir. Eka Supriani, M.Si
Tahun2013
Keterngan

Abstrak

 

Permasalahan yang dihadapi dalam usahatani kopi di Kalimantan Barat antara lain adalah produksi kopi yang masih relatif rendah, sebanyak 4.153 ton/ tahun, dengan produktivitas kopi 583 kg/ ha.  Produktivitas kopi hanya di bawah 900 kilogram per hektare, masih jauh dari potensi produksi yang sebenarnya, seandainya teknis budidaya diterapkan secara baik dan benar. Sesuai   dengan  masalah  yang  dihadapi   maka penelitian ini bertujuan untuk : 1). Menganalisis tingkat produksi kopi di Kabupaten Sambas dan Kabupaten Pontianak 2). Menganalisis faktor-faktor usahatani kopi yang mendukung produksi kopi di Kabupaten Sambas dan Kabupaten Pontianak. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Pebruari-Juni 2013, di Kabupaten Sambas dan Kabupaten Pontianak. Sementara alat analisis yang dipakai adalah bersifat deskriptif dengan pendekatan Kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kabupaten Sambas memiliki kebun kopi seluas 2176,56 ha, dengan produktivitas kopi rata-rata sebesar 566 kg/ ha. Sedangkan Kabupaten Pontianak memiliki kebun kopi seluas 640,20 ha, dengan produktivitas kopi rata-rata sebesar 730 kg/ ha. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor-faktor usahatani kopi yang mendukung produksi kopi belum dimanfaatkan secara optimal, antara lain faktor ketersediaan lahan dan faktor-faktor budidaya. Untuk meningkatkan produksi kopi di lokasi penelitian dapat dilakukan dengan cara memanfaatkan ketersediaan lahan (ekstensifikasi) dan melakukan budidaya tanaman kopi yang lebih intensif (intensifikasi). Ekstensifikasi usahatani kopi dapat dilakukan dengan memanfaatkan ketersediaan lahan sesuai dengan roadmap alokasi lahan perkebunan berdasarkan rencana makro perkebunan Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2008-2025. Selain itu, perluasan areal usahatani kopi juga dapat dilakukan dengan memanfaatkan ruang-ruang kosong di sekitar tanaman budidaya komoditas lain (budidaya polikultur), seperti pada kebun kelapa, pisang, karet dsb. Sedangkan intensifikasi usahatani kopi, antara lain dengan melakukan rehabilitasi kebun untuk mengatasi tanaman kopi yang sudah berumur tua/ tidak produktif, intensifikasi pemupukan, sanitasi kebun, dan pemeliharaan kebun kopi yang lebih intensif.

 

Kata Kunci : Budidaya, Produktivitas, Usahatani Kopi, Intensifikasi, Ekstensifikasi

Photo Kegiatan