Forum Group Discussion Bidang Ekonomi dan Pembangunan Tahun 2017

Pontianak, 17 Mei 2017

“Pentingkah Menumbuh-Kembangkan Usaha Ekonomi Kreatif di

Kalimantan Barat?”

              Kalimantan Barat merupakan salah satu Provinsi yang mempunyai kekayaan alam yang cukup besar. Jika kekayaan alam tersebut dapat dikelola dengan baik, maka dapat dimanfaatkan untuk penguatan ekonomi daerah misalnya dijadikan sebuah potensi industri kreatif. Beberapa faktor yang dapat mendukung upaya menumbuh-kembangkan ekonomi kreatif di Kalimantan Barat yaitu sumber daya manusia yang memiliki keberagaman suku dan budaya, adat istiadat, keindahan alam, bahan baku kerajinan, kuliner dan yang lainnya. Banyaknya ragam usaha ekonomi kreatif yang dapat dikembangkan tidak serta merta membuat Usaha Ekonomi Kreatif di setiap kabupaten / kota di Kalimantan Barat tumbuh pesat dan merata di setiap daerah.

            Berdasarkan hal tersebut, melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Kalimantan Barat maka diadakanlah Forum Group Discussion Bidang Ekonomi dan Pembangunan pada hari Rabu, 17 Mei 2017, bertempat di Hotel Borneo Pontianak yang bertema “Menumbuh-Kembangkan Usaha Ekonomi Kreatif di Wilayah Kalimantan Barat”. Kegiatan Forum Group Discussion Bidang Ekonomi Pembangunan menghadirkan 3 Narasumber yang berbeda. Narasumber berasal dari Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia,  yang diwakili oleh DR. Totok Hari Wibowo, Narasumber dari Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, yang diwakili oleh Dr. Ir. Wawan Rusiawan, dan narasumber dari Kepala Dinas Koperasi, Usaha kecil Menengah dan Perdaganan Kota Pontianak, yang diwakili oleh Ir. Hariyadi S. Triwibowo. Selain itu, terdapat paparan singkat dari Ketua Asosiasi Kreatif Indonesia Cabang Kalimantan Barat yang diwakili oleh Mahfirza, SE.

            Kegiatan ini merupakan FGD pertama  yang dilaksanakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Kalimantan Barat setelah perubahan status Kantor Penelitian dan Pengembangan (esellon III) menjadi Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Kalimantan Barat. Perubahan ini diatur dalam  Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Provinsi Kaalimantan Barat Tahub 2016 Nomor 8 (Lembaran Daerah Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2016 Nomor 6). Selain itu, kegiatan ini melibatkan perwakilan dan Bank Indonesia, akademisi /peneliti dari perguruan tinggi, instansi Pemerintah Provinsi, Bappeda kabupaten / kota, praktisi ekonomi kreatif dan perwakilan usaha kecil menengah di Kalimantan Barat . Tujuan dasar yang ingin dicapai dari kegiatan ini  yaitu merumuskan metode menumbuh kembangkan ekonomi kreatif sebagai bahan kajian lebih lanjut guna menghasilkan kebijakan yang lebih spesifik sesuai daya dukung dan potensi masing-masing Kabupaten/Kota sehingga terjadi percepatan perkembangan ekonomi kreatif.

            Kepala Bidang Ekonomi dan Pembangunan pada Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Kalimantan Barat, Franseda Djaoeng, memaparkan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka  untuk mendukung pusat pengembangan inovasi yang berbasis ekonomi kreatif. Sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi daerah, diperlukan adanya metode dan pemikiran dari para pakar di bidang ekonomi kreatif, pengambil kebijakan dan para pelaku ekonomi dalam forum diskusi untuk menghasilkan rumusan yang dapat digunakan sebagai rujukan awal bahan kajian / penelitian. Sedangkan Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Barat, melalui Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan , Agatho Adan,  dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kalimantan Barat mempunyai potensi yang cukup besar dibidang ekonomi kreatif, tapi tentu potensi ini tidak akan mempunyai nilai apabila tidak ada upaya sungguh-sungguh untuk menjadikan potensi ini berkontribusi nyata dalam menggerakkan kegiatan ekonomi masyarakat, menciptakan lapangan kerja baru dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

            Diharapkan melalui kegiatan Forum Group Discussion Bidang Ekonomi dan Pembangunan ini, dapat meningkatkan kerja sama antara pembuat kebijakan, akademisi, pelaku dan praktisi ekonomi kreatif serta orang yang terkait. Selain itu, Balitbang Provinsi Kalimantan Barat sebagai instansi yang merumuskan kebijakan teknis di bidang penelitian dan pengembangan mempunyai tugas sangat penting dalam penyaringan riset-riset yang berkaitan dengan ekonomi kreatif serta menampung kritik / saran baik dari instansi pemerintah daerah Provinsi / Kabupaten / Kota, praktisi dan pelaku ekonomi kreatif dalam rangka menumbuh-kembangkan produk-produk ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.  (PAP, Balitbang)


Berita Terkait...



Photo Kegiatan