Kunjungan Kemenristekdikti

Kunjungan Kemenristekdikti

Kunjungan Kemenristekdikti

(Harapan baru untuk peningkatan SDM Litbang Daerah)

 

Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Kalimantan Barat mendapat kunjungan sosialisasi dan pemetaan SDM kelitbangan daerah dari Direktorat Karir dan Kompetensi SDM Kementerian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi Republik Indonesia pada Selasa, 12 September 2017. Pada sambutan kunjungan tersebut, perwakilan dari Direktorat Karir dan Kompetensi SDM Kemenristekdikti menyampaikan bahwa sebagaimana Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, seluruh masyarakat Indonesia khusunya Pemerintah dituntut untuk memantapkan pembangunan secara menyeluruh dengan menekankan pembangunan yang memiliki keunggulan kompetitif dengan perekonomian yang berbasis pada (1) Sumber Daya Alam yang tersedia, (2) Sumber Daya Manusia yang berkualitas dan (3) kempuan iptek. Untuk proses realisasi RPJMN tersebut, dihadapi kesenjangan antara Akademisi, pelaku Bisnis/Industri, dan Pemerintah yang harus segera diatasi.

 

Kementerian Ristekdikti, sebagai institusi Pemerintah Pusat memiliki tupoksi utama antara lain sebagai :

1)             Perumusan, koordinasi, dan sinkronisasi pelaksanaan kebijakan di bidang keahlian, kepakaran, kompetensi manusia dan pengorganisasiannya, kekayaan intelektual dan                      informasi, serta sarana dan prasarana ilmu pengetahuan dan teknologi;

2)             Perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang sumber daya pendidikan tinggi;

3)             Perumusan kebijakan dan fasilitasi penjaminan mutu sumber daya manusia dan sarana prasarana ilmu pengetahuan, teknologi, dan pendidikan tinggi;

4)             Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang sumber daya ilmu pengetahuan, teknologi, dan pendidikan tinggi;

5)             Pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi; dan

6)             Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Menteri.

 

Untuk mewujudkan RPJMN 2015-2019, maka Kemenristekdikti memiliki program-program strategis berupa :

1)             Memberikan pembinaan, penguatan dan pengembangan kelembagaan lemlit dan PT;

2)             Pengelolaan, pengembangan dan penguatan sistem inovasi;

3)             Mendukung kualitas riset, peningkatan HKI dan kebijakan riset dan pengembangan;

4)             Pengembangan SDM PT dan Litbang serta pengembangan sarpras PT dan Iptek;

5)             Peningkatan dan pengembangan kualitas pembelajaran (kewirausahaan, pendidikan vokasi dan politeknik) serta peningkatan layanan mutu pendidikan tinggi.

 

Khusus terkait pelaksanaan program Pengembangan SDM PT dan Litbang serta pengembangan sarpras PT dan Iptek, dilaksanakan identifikasi tentang demografi SDM Iptek, pemetaan distribusi keilmuan dan kompetensi dasar SDM Iptek, pemetaan kebutuhan peningkatan kompetensi SDM Iptek dan pengembangan kebijakan dan program guna meningkatkan kompetensi SDM Iptek. Diharapkan melalui program-program strategis tersebut, Kemenristekdikti dapat mendukung peningkatan indeks inovasi, indeks perguruan tinggi dan indeks reformasi birokrasi yang bertujuan akhir adalah untuk peningkatan daya saing.

 

Kepala Balitbangda Kalbar, Agatho Adan, S.Sos, M.Si, menyampaikan keterbatasan Pemerintah Daerah terkait peningkatan SDM Peneliti antara lain adalah anggaran pembinaan yang minim, keterbatasan sumber informasi mengikuti berbagai kegiatan terkait pembinaan dan pelatihan, ataupun kerja sama untuk peningkatan kapasitas penguasaan iptek, serta jauhnya dari pusat-pusat pendidikan yang mumpuni. Bahkan untuk Balitbangda Kalbar sendiri, pada tahun 2017 ini hanya memiliki 1 peneliti madya (S2), 1 perekayasa madya (S1) serta 4 peneliti pertama (S1) dan 3 calon peneliti pertama (S1) yang belum bersertifikasi. Dengan keterbatasan jumlah SDM dan latar pendidikan tersebut, tentu saja Balitbangda Kalbar masih kesulitan untuk berkontribusi maksimal  terhadap pembangunan Kalimantan Barat. adanya pemetaan ini tentu saja memberikan sinyal positif kepada Balitbangda Kalbar, khususnya kepada para peneliti dan perekayasa untuk dapat meningkatkan kapasitas dirinya. Kepala Balitbangda Kalbar berharap hasil pemetaan ini hendaknya dapat ditindaklanjuti oleh Kemenristekdikti untuk dapat memberikan pelatihan dan atau bimbingan teknis gratis terkait peningkatan kualitas dan kapasitas peneliti daerah dari Kemenristekdikti dan atau bahkan kiranya dapat menghadirkan program beasiswa pendidikan S2 dan S3 baik di dalam maupun di luar negeri kepada para peneliti dan perekayasa Balitbangda Kalimantan Barat.  (RR)


Berita Terkait...



Photo Kegiatan