Seminar Akhir Riset Swakelola Tahun 2016

Seminar Akhir Riset Swakelola Tahun 2016

 

Waktu dan Tempat :

Rabu, 7 Desember 2016

Hotel Borneo Pontianak Jalan Merdeka Barat No. 428,

Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78244

 

Kantor Penelitian dan Pengembangan Provinsi Kalimantan Barat pada Rabu, 7 Desember 2016 di Hotel Borneo Pontianak, menyelenggarakan Seminar Laporan Akhir Riset Swakelola Tahun 2016. Seminar ini merupakan rangkaian akhir dari penelitian swakelola pada tahun anggaran 2016 yang dilakukan oleh para Peneliti dan Perekayasa pada Kantor Penelitian dan Pengembangan Provinsi Kalimantan Barat yang juga melibatkan akademisi/peneliti dari perguruan tinggi dan lembaga penelitian di Kalimantan Barat. Penelitian-penelitian tersebut ditujukan untuk mendukung sinergi kebijakan dan program Pemerintah, baik pusat maupun daerah sekaligus sebagai bentuk usaha Pemerintah untuk mewujudkan masyarakat Kalimantan Barat yang beriman, sehat,cerdas, aman, berbudaya dan sejahtera sebagaimana visi Gubernur Provinsi Kalimantan Barat.

                                    

Pada tahun 2016, penelitian-penelitian yang telah dilaksanakan diarahkan untuk mendukung terwujudnya ketahanan pangan sesuai dengan target Tahap Percepatan pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Kalimantan Barat  tahun 2013-2018. Kelima hasil penelitian tersebut disampaikan pada Seminar Laporan Akhir Riset Swakelola Tahun 2016 dengan judul, tim peneliti dan narasumbernya adalah sebagai berikut :

No

Judul Penelitian

Tim Peneliti

Narasumber

1.

Teknologi Budidaya Berbagai Varietas Kedelai di Kalimantan Barat

1)   Ir. Uray Ali Umran, M.P (Perekayasa Kantor Litbang Kalbar)

2)   Ir. Asrifin Aspan, M.Si (Akademisi Fak. Pertanian Untan)

3)   Ir. Nurjani, M.Sc (Akademisi Fak. Pertanian Untan)

1)   Ir. Mulyadi Sapuan, M.P (Akademisi Fak. Pertanian Untan)

2)   Ir. Ismahan, M.Si (Akademisi Fak. Pertanian Untan)

2.

Model dan Strategi Pengembangan Produk Ternak di Provinsi Kalimantan Barat

1)   Achmad Nashar Setiabudi, S.P (Perekayasa Kantor Litbang Kalbar)

2)   Dr. Ir. A. Tohardi, M.M

(Akademisi Fak. Pertanian Untan)

3)   Dr. H. Arifin, S.Sos, M. AB (Akademisi Fak. ISIP Untan)

1)   Drs. H. Wan Mansor Andi Mulia, M.TP (Akademisi Fak. ISIP Untan)

2)   Dr. drh. Zakiyatulyaqin, M.Si (Akademisi Fak. Pertanian Untan)

3.

Pengembangan Pestisida Hayati

1)   Ir. Rudy Setyo Utomo (Peneliti Kantor Litbang Kalbar)

2)   Dr. M.A. Wibowo, M.Si (Akademisi Fak. MIPA Untan)

3)   Daryati, S.KM (Lab-Kes Dinkes Pemprov Kalbar)

1)   Dr. Ir. Fadjar Rianto, M.S (Akademisi Fak. Pertanian Untan)

2)   Sunarti, S.P ( Jaringan Lab. Balai Proteksi Tanaman Perkebunan Provinsi Kalbar)

4.

Model Pengelolaan Sumberdaya Perikanan Melalui Pemberdayaan Kearifan Lokal di Kalbar

1)     Edy Agustinus, S.Sos (Peneliti Kantor Litbang Kalbar)

2)     Gustaf Hariyanto, S.T, S.S, M.Si (Akademsi Sekolah Tinggi Pastoral St. Agustinus Keuskupan Agung Pontianak)

3)     Ir. Uray Ali Umran, M.P (Perekayasa Kantor Litbang Kalbar)

1)     Dr. Ema Rahmania, M.Sc.Ed (Akademisi Fak. ISIP Untan)

2)     Dr. Mochtaria M. Noh,M.Si (Akademisi FISIP Untan)

5.

Kajian Strategi Pengembangan Kawasan Dalam Rangka Mendukung Ketahanan Pangan Daerah Kabupaten di Kalbar

1)     Albertus Yustinus Imas, M.A (Peneliti Lembaga Narmac Institute Pontianak)

2)     Bima Sujendra, S.IP, M.Si (Akademisi Fak. ISIP Untan)

3)     Edy Agustinus, S.Sos (Peneliti Kantor Litbang Kalbar)

1)     Dr. Ir. Yohana Sutiknyawati Kusuma Dewi, M.P (Akademisi Fak. Pertanian Untan)

2)     Drs. Donatianus B.SEP, M.Hum (Akademisi Fak. ISIP Untan)

 

Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Barat melalui Asisten II, Robert Nusanto, S.Sos, M.M  dalam sambutannya menyampaikan bahwa berdasarkan data Food and Agriculture Organisation (FAO) tahun 2016 bahwa 800 juta penduduk dunia atau sekitar 1 dari 9 orang penduduk dunia mengalami rawan pangan. Sementara itu, berdasarkan indeks ketahanan pangan dunia 2016, Indonesia menempati posisi ke-71 dari 113 negara. Oleh karena itu, Pemerintah Pusat dalam rencana strategisnya menetapkan kebijakan dengan fokus peningkatan ketersediaan dan diversifikasi pangan berbasis potensi sumber daya lokal serta memantapkan penanganan kerawanan pangan untuk mengurangi jumlah penduduk miskin dan kelaparan.

 

 Provinsi Kalimantan Barat melalui pelaksanaan RPJMD Kalbar pada tahun ketiga dicanangkan sebagai tahapan percepatan dengan fokus isu pada ketahanan pangan sehingga kebijakan pembangunan Kalimantan Barat lebih diarahkan pada revitalisasi pertanian dalam menyediakan kecukupan pangan dan keamanan pangan daerah serta peningkatan pembangunan infrastruktur guna menunjang produktivitas dan nilai tambah komoditi pertanian yang didukung oleh sistem logistik yang memadai. Titik berat program juga diberikan pada penyediaan sumber energi, peningkatan pendapatan masyarakat melalui penajaman program penanggulangan kemiskinan dan pengembangan usaha kecil, mikro dan menengah. Penelitian dan pengembangan yang mengangkat isu-isu seputar ketahanan pangan, khususnya yang dilaksanakan oleh Kantor Penelitian dan Pengembangan Provinsi Kalimantan Barat sangat diperlukan karena dapat menjadi rekomendasi bagi dukungan pelaksanaan pembangunan di bidang ketahanan pangan. (RR/Kanlitbang).   


Berita Terkait...



Photo Kegiatan