Balitbang Kalbar Gelar Seminar Penelitian 2021, Pemprov Harap Hasil Akhir Jadi Acuan Ambil Kebijakan

By Administrator // Kamis, 06 Mei 2021 // 12:25 WIB // Penelitian

PONTIANAK- Balitbang Provinsi Kalimantan Barat menggelar Seminar Proposal Penelitian Tahun Anggaran 2021 yang dilaksanakan di Hotel Ibis Pontianak, Rabu 5 Mei 2021.

 

Dalam seminar itu terdapat 13 penelitian yang akan di presentasikan dengan harapan melalui kegiatan ini dapat membuahkan hasil seperti yang diharapkan dan dapat di pertanggung jawabkan secara akademis.

 

Hadir Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Provinsi Kalimantan Barat, Drs. Junaidi sebagai pembahas proposal yang sudah lolos untuk tahun 2021.

 

“Saya memberikan apresiasi kepada teman-teman di Balitbang dan di dalam pembahasan tadi kami baru melakukan tiga pembahasan,” ujarnya


Pertama pembahasan yang dilakukan bekaitan dengan menuju desa mandiri walaupun ada perubahan dan sedikit masukan dari kepala UPB berkaitan dengan usaha pertambangan.

 

Sesuai arahan Gubernur Kalbar bahwa dikatakannya siapapun yang berusaha di Kalbar wajib hukumnya memberikan kontribusi untuk peningkatan kesejahteraan. 

 

Kedua berkaitan dengan DAS, terutama pada perubahan lahan.  Ia selaku warga Kalbar khususnya yang berasal dari Kapuas Hulu untuk dapat dilakukan penelitian disana.

 

“Kita berharap betul agar perubahan lahan ini bisa menjamin. Tadi diminta bukan hanya sekadar mempertahankan ekosistemnya saja, tapi lebih kepada ketersedian air baku,” ujarnya. 

 

Berkaitan dengan penelitian Piko Hidro ia juga berharap agar bisa diimplementasikan. Walaupun diakuinya saat ini masih terkendala sulit regualasi.

 

“Kita sudah ciptakan inovasi tapi PLN tidak mau pakai. Oleh karena itu saya saran ke Balitbang agar hasil ini intens dikomunikasikan dengan PLN,” jelasnya.


Ia juga berharap Balitbang jangan terlalu teoritis hasil penelitiannya, jadi lebih kepada aplikatif agar hasil penelitian ini bisa disumbangkan kepada Gubernur Kalbar untuk pengambilan kebijakan

 

Ditempat yang sama, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Kalbar, Yuslinda juga sangat mengapresiasi kepada Balitbang yang telah melibatkan perguruan tinggi dalam melakukan penelitian.

 

“Saya diundang sebagai pembahas begitulah seharusnya, terkait substansi juga sudah bagus. Saya tadi membahas bagaimana pengusaha tambang khususnya Antam dalam rangka meningkatkan desa mandiri,” jelasnya.

 

Dikatakannya dikarenakan desa di sekitar Perusahan Antam sudah banyak masuk kategori desa mandiri, baiknya kedepan fokus kepada kemandirian desa. Bagaimana desa itu benar benar mandiri.

 

“Kita juga membahas DAS yang memang dampak dari DAS rusak maka air akan asin. Saya juga sarankan proposal itu bagaimana bukan hanya tentang kebijakan sumber daya tapi kebijakan terkait penggunaan lahan konservasi yang perlu kita tekankan,” tegasnya.

 

Dirinya juga diberi kesempatan untuk membahas terkait energi listrik perbatasan dan ia sarankan kedepan dilakukan kordinasi dengan Kementrian ESDM dan PLN.

 

“Sejauh ini sudah bagus dan terjalin kolaborasi dari stake holder. Begitu juga dari peneliti sudah bagus karena universitas yang tergabung tidak hanya Untan saja,”ujarnya.

 

Ia juga siap berkolaborasi bersama dimana saat ini sudah ada 800 pendamping desa dan tenaga ahli pendamping desa yang ada di Kalbar.

 

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Provinsi Kalimantan Barat, Herkulana Mekarryani mengatakan melalui  penelitian kali ini ingin terus meningkatkan kualitias penelitian di Balitbang.

 

“Hasil evaluasi tahun lalu penelitian kita terlalu teoritis. Maka di tahun ini harus lebih membumi untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan baik untuk Pemprov, Kabupaten/Kota, dunia usaha hingga masyarakat desa,” pungkasnya. (*)

 

Sumber :
https://pontianak.tribunnews.com/2021/05/05/balitbang-kalbar-gelar-seminar-penelitian-2021-pemprov-harap-hasil-akhir-jadi-acuan-ambil-kebijakan?page=2.

Share Post: