Balitbang Lakukan Verifikasi Data Usulan HKI Indikasi Geografis Kopi Liberika di Desa Podorukun Kecamatan Seponti Kabupaten Kayong Utara

By Administrator // Rabu, 30 Maret 2022 // 12:40 WIB // Penelitian

Kayong Utara, - Pelaksanaan kegiatan Verifikasi Data Usulan HKI Indikasi Geografis Kopi Liberika oleh Tim Verifikasi Fasilitasi HKI Balitbang Provinsi Kalbar dan dipimpin langsung oleh Kepala Balitbang Dr. Herkulana Mekarryani S., M.Si bertempat di Desa Podorukun Kecamatan Seponti Kabupaten Kayong Utara mulai tanggal 23 s.d. 26 Maret 2022.

 

Menurut Kepala Balitbang, Dr. Herkulana Mekarryani S., M.Si mengatakan siap memfasilitasi usulan dimaksud kepada Kementerian Hukum dan HAM sebagai Hak Kekayaan Intelektual Indikator Geografis. Tim Verifikasi Teknis dilaksankan oleh Kementerian Hukum dan HAM dan Balitbang Provinsi Kalbar siap mendukung pembiayaannya. Untuk Pemerintah Kayong Utara diharapkan dapat membantu memfasilitasi pengumpulan dokumen-dokumen pengusulan dimaksud.

 

 

Selain itu, Kepala Balitbang menjelaskan bahwa perlunya konsistensi dokumen pengusulan HKI misalnya lokasi kopi Liberika tidak boleh campur dengan jenis kopi lainnya, karena pada saat verifikasi ke lapangan ternyata ada jenis kopi robusta dan juga perlunya pembentukan UMKM/Bumdes terhadap Kopi sebagai wadah hasil kebun kopi.

 

Kegiatan tersebut di ikuti beberapa instansi Provinsi dan kabupaten, diantaranya dari Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi, Dinas Perkebunan Kabupaten KKU dan Bappeda Kabupaten KKU. Dari hasil survey oleh Tim Verifikasi Data dilapangan bahwa :

  • HKI yang diusulkan merupakan jenis Indikasi   Geografis.
  • Usulan Indikasi Geofrafis merupakan usulan   pertama di Pulau Kalimantan.
  • Kopi mempunyai ciri khas masing-masing   pada tempat tumbuh geografisnya.
  • Perlunya konsisten pada penyusunan usulan dokumen misalnya pada proses pembuatan kopi dan lahan dengan yang tercantum dalam dokumen.
  • Kopi dapat menjadi varietas unggulan di Desa Podorukun sehingga diperlukan dukungan dari unsur Pemerintah Daerah dan Masyarakat, misalnya pembentukan Perdes, Tenaga Pendamping Desa dan pembentukan BUMDes.

 

 

Dalam mengelola hasil panen kopi, petani setempat membuat sistem penjemuran kopi yang masih belum terkupas dengan membuat model rumah yang tertutup plastik transparan, guna mengantisipasi terkena hujan. Menurut petani sistem penjemuran tersebut sangat efektif untuk menjaga kualitas kopi serta efisiensi tenaga ketimbang sistem penjemuran secara terbuka.

 

 

Sumber :

PPID Balitbang Provinsi Kalbar

 

Share Post: