Intensifkan Penelitian Komoditi Kratom

By Administrator // Jumat, 26 Maret 2021 // 02:24 WIB // Penelitian

Pontianak, - Sekretaris daerah Kalimantan Barat, A.L. Leysandri berharap Badan Penelitian dan Pengembangan Kalbar terus mengembangankan peneletian terkait tanaman kratom. Banyaknya penelitian tentang kratom diharapkan bias menjadi bukti bahwa kratom memiliki dampak positif terhadap perekonomian masyarakat kalbar.

 

Hal tersebut disampaikan saat pembukaan Forum Perangkat Daerah 2021 yang diselenggarakan oleh Balitbang Kalbar, (selasa 9/3). Didalam forum tersebut dibahas tentang peningkatan kualitas penelitian,pengembangan dan perekayasaan dalam percepatan pembangunan ekonomi yang inklusif berbasis SDA dan Peningkatan IPM Kalbar.

 

“Kalau Penelitian kratom bias lebih dikembangkan akan menjadi lebih bagus lagi,apalagi penelitian yang berdampak kepada ekonomi masyarakat dan meneliti tentang kandungan zatnya, ”ungkap Leysandry. Menurutnya jika penelitian berbasis dampak kratom kepada masyarakat diperkkuat, maka bias menjadi bukti bahwa kratom menjadi mempunyai dampak terhadap ekonomi masyarakat. Terutama masyarakat kalbar yang ada didaerah hulu.

 

“Ketika punya hasil penelitian dari kratom terkait proses yang dilakukan bias menjadi bukti bahwa ada dampaknya dan mudah – mudahan bias menjadi muatan lokal di kabupaten/ Kota,” harapnya.

 

Leysandri menyebut untuk saat ini juga masih dikembangkan penelitian terkait pengembangan bumbu masak berbahan dasar kratom di kabupaten sintang. Ia berharap para peneliti di Balitbang, kalbar bisa ikut mengembangkan hal serupa.

 

Dirinya terus mendorong agar peran Kelitbangan semakin kreatif dan Inovatif. Sesuai dengan keinginan Gubernur terhadap seluruh OPD yang ada dijajaran Pemprov Kalbar.” Pak Gubernur sendiri sangat berharap tim peneliti yang ada di kalbar mampu memberikan sumbangsih dalam pembangunan di kalbar,” Katanya.

 

Kepada Balitbang kalbar, Dr. Herkulana Mekarryani S, M.Si Mengungkapkan, sejak juli sampai desember 2020 pihaknya telah melakukan evaluasi terkait Kelitbangan. Bahwa Litbang, menurutnya, belum menjadi garda terdepan  sebagaimana perintah undang – undangan Nomor 11tahun 2019 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

 

“Kemudian yang kedua kurangnya kapasitas dan kompetensi dari peneliti,serta kuantitas dari SDM dari SDm dari lingkungan Litbang sesuai Kompetensi,”katanya.

 

Seperti diketehui saat ini Balitbang Kalbar baru memiliki satu perekayasa dan delapan orang peneliti.Di tahun 2021 pihaknya sudah membikin Tim Avengers yang akan melakukan Inovasi dalam berbagai aspek.Termasuk persiapan untuk membentuk desa model terkait kebutuhan daerah.

 

“Tahun 2021 program untuk peneliti ada penguatan kapasitas, sedangkan kratom,melihatnya bagwa kratom tetap unggulan peneliti dan kami akan melakukan penelitian terkait dampak dari kratom,” terangnya.

 

Ketua komisi I DPRD Provinsi Kalimantan Barat,Angeline Fremalco yang turut hadir dalam kesempatan ini mengatakan, sebagai mitra kerja dalam kelitbangan pihaknya mengapresiasi Balitbang Kalbar yang sudah mengundang dengan dilibatkanya pihak DPRD menunjukan bahwa ada sintegritas dan kinerja yang baik untuk bersama membantu pemerintah meningkatkan IPM di Kalbar.

 

Hanya saja menurutnya masih menjadi tantangan adalah penelitian yang dibuat harus bias di implementasikan. Untuk perlu lebih banyak diskusi kedepanya antara DPRD dan Balitbang.

 

Yang mungkin kalua sekarang kita terkendala covid,banyak hal yang harus ditunda, mudah – mudahan kedepan apa yang sudah dikerjakan Balitabang ini dapat direalisasikan lebih nyata lagi,” harapnya.

 

Ia mendukung penelitian terkait tanaman kratom karena memang menjadi salah satu sumber penghasilan utama masyarakat perhuluan kalbar termasuk dikabupaten Kapuas hulu. Sesuai perannya DPRD bakal mendukung dari sisi perumusan anggaran dan pengawasan.

 

Mudah – Mudahan hasil apa yang dikerjakan Balitbang terkait kratombisa digunakan ke depan untuk peningkatan kehidupan masyarakat,” pungkasnya.

 

Sumber : Pontianak Post

Share Post: