Kaji Pendidikan Vokasi, Dukung Penurunan Pengangguran

By Administrator // Rabu, 09 November 2022 // 02:01 WIB // Penelitian

Pontianak, – Balitbang Provinsi Kalbar berkolaborasi dengan IKIP PGRI Pontianak melakukan penelitian kajian pengembangan pendidikan vokasi untuk mendukung penurunan tingkat pengangguran. Penelitian ini dilakukan berangkat dari tingkat pengangguran yang tinggi dan berdampak negatif terhadap perekonomian dan sosial masyarakat suatu daerah.

Hasil penelitian pengembangan pendidikan vokasi ini dituang dalam seminar akhir penelitian yang berlangsung di Golden Tulip Pontianak, 11 Oktober 2022, Hadir dalam seminar akhir tersebut, tim peneliti dari IKIP PGRI, Balitbang, dan sejumlah unsure kepala dinas, badan di lingkungan pemerintah kota, kabupaten, provinsi Kalbar.

Ketua Tim Peneliti Dr. Soka Hadiati, M.Pd., M.Si menyampaikan, penelitian ini pada dasarnya berlatar belakang dari data Badan Pusat Statistik (BPS) tentang tingkat pengangguran di Kalbar. Data BPS menunjukkan, adanya peningkatan pengangguran di Kalbar dari tahun 2019 ke tahun 2020 sebesar 1,46 % dan meningkat di tahun 2021 sebesar 0,01%.

“Peningkatan jumlah pengangguran ini tentunya harus diatasi karena akan menghambat pertumbuhan ekonomi di Kalbar. Permasalahan pengangguran dapat diatasi oleh pendidikan vokasi yang ditujukan untuk mempersiapkan individu berpartisipasi secara efektif dalam dunia kerja,” ujar Dr. Soka.

Lebih lanjut Dr. Soka mengatakan, pendidikan vokasi dapat menurunkan angka pengangguran karena mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas tenaga kerja. Kurikulum pendidikan vokasi yang diterapkan pada kenyataannya belum optimal dalam mengatasi pengangguran. Berdasarkan data BPS, lulusan pendidikan vokasi (SMK dan Diploma) penyumbang angka pengangguran terbanyak nomor dua dan tiga.

Oleh karena itu, diperlukan kajian pengembangan pendidikan vokasi untuk mendukung penurunan tingkat pengangguran di Kalbar. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan faktor penyebab pengangguran, kurikulum yang diterapkan pendidikan vokasi saat ini. Selain itu untuk memperoleh kebutuhan dunia usaha, dunia industri (DUDI) terhadap tenaga kerja, dan rekomendasi kebijakan pengembangan pendidikan vokasi untuk mendukung penurunan tingkat pengangguran.

Penelitian dilakukan di empat lokasi, yaitu Kota Pontianak, Kabupaten Sambas, Kabupaten Bengkayang dan Kabupaten Ketapang. Penelitian ini mendapatkan hasil perlunya pengembangan kurikulum SMK berbasis kebutuhan lokal.

Selanjutnya diperlukan pendampingan dan pengawasan pelaksanaan kurikulum merdeka yang lebih mengembangkan kreativitas, literasi teknologi dan networking peserta didik. Pemerintah perlu mengoptimalkan link and match antara SMK/Perguruan Tinggi vokasi dengan DUDI dengan memberlakukan reward and punishment kepada SMK/Perguruan Tinggi vokasi dan DUDI.

“Pendidik di Kalbar juga perlu didorong untuk meningkatkan kompetensinya melalui magang industri (nasional dan internasional), pelatihan penggunaan berbagai platform belajar, dan menguasai bahasa asing sebagai persiapan magang keluar negeri,” jelasnya.

Khusus untuk pendidik umum/bukan lulusan kependidikan, sambungnya perlu dilaksanakan kembali program Pendidikan Profesi Guru (PPG) khusus guru SMK untuk meningkatkan keahlian mengajar. Hal terpenting adalah penguatan leadership kepala SMK dalam manajemen sekolah yang sustainable active andcreative transformation. Karena peran kepala sekolah sangat penting dalam meningkatkan mutu SMK. 

Sumber :  Pontianak Post

 

Share Post: