Kekayaan Intelektual Dukung Inovasi Daerah

By Administrator // Kamis, 01 Agustus 2019 // 04:15 WIB // Umum

hamparan.info –  Di Hotel Kapuas Dharma Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu 31 Juli 2019, mendadak ramai. Rupanya di sana ada Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat  yang diwakili Asisten Administrasi dan Umum Provinsi Kalbar, Marlyna. Ia berkesempatan memberikan kata sambutan dalam kegiatan Sosialisasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) bagi aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan Pemerintah Kabupaten / kota yang digelar oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Kalimantan Barat.

“Wilayah Provinsi Kalimantan Barat masih memiliki potensi kekayaan intelektual yang tinggi yang perlu digali lebih dalam kepemilikan komunal seperti ekspresi budaya tradisional, pengetahuan tradisional, indikasi geografis atau indikasi asal, serta sumber daya genetik perlu dikelola dan dimanfaatkan seoptimal mungkin. Menjadi bagian dalam inovasi daerah demi peningkatan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Barat,” ujarnya di hadapan para peserta yang hadir memenuhi tempat kegiatan itu.

Dia menilai  untuk mendukung itu semua, maka dibutuhkan aparatur sipil negara (ASN) yang handal yang memiliki wawasan yang luas terkait dengan Hak Kekayaan Intelektual.

Sementara itu, menurut Plt Kepala Badan Penelitian dan pengembangan (Litbang) Provinsi Kalbar  Emi Puterina, kegiatan sosialisasi ini diadakan untuk memberikan wawasan kepada masyarakat terutama para ASN terkait hak kekayaan intelektual yang meliputi aspek dasar hukum, peran pemerintah daerah yang diwakili lembaga kelitbangan daerah dalam perlindungan HKI.

“Mekanisme pengajuan HKI, potensi-potensi HKI seperti ekspresi budaya tradisional, sumber daya genetik, serta indikasi geografis.  Dampak atau outcome dari kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan praktek-praktek inovasi di daerah guna peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Emi Puterina.

Pada kegiatan sosialisasi Hak Kekayaan Intelektual ini juga menghadirkan pejabat dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual serta Pejabat dari Kantor Wilayah Kalimantan Barat   Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia. Dalam paparannya, Suzy Heranita, yang mewakili Ditjen Kekayaan Intelektual Kemenkumham menyoroti betapa berharganya kekayaaan intelektual bagi sebuah bangsa.

 “Semakin maju suatu negara, semakin bergantung negara tersebut pada modal intelektualnya, karena modal intelektual bersifat “renewable and sustainable,“ kata dia. 

Dia  menjelaskan aset kekayaan intelektual sangat bernilai karena memiliki kelebihan-kelebihan yaitu memiliki perlindungan hukum, memiliki nilai dalam bisnis, menciptakan penghasilan, mendatangkan investor, serta mendorong riset dan teknologi. 

“Secara ekonomi Kekayaan Intelektual merupakan aset yang bersifat skalable atau mengakomodasi perubahan, tidak mengalami depresiasi (penyusutan), serta dapat dimanfaatkan disertai dengan aset pendukung seperti teknologi, SDM, dan fasilitas produksi,” ujarnya menjelaskan. 

Sedangkan Muhayan dari Kanwil Kalimantan Barat menyoroti pada pentingnya menjaga kepemilikan Kekayaan Intelektual Komunal.  Contoh-contoh kekayaan intelektual komunal (KIK) dari kalimantan Barat yang telah terdaftar antara lain  KIK Perayaan Cap Go Meh Kota Singkwang, KIK Tradisi Budaya Robo-robo dan Haul Opu Daeng Manambo di Kabupaten Mempawah. 

Sementara itu untuk KIK indikasi geografis dari Kalimantan Barat yaitu terdaftar untuk Beras Uncak dari Kabupaten Kapuas Hulu.  Ditambahkan oleh Muhayan bahwa Kalimantan Barat kaya akan sumber daya genetik (SDG) namun kita masih sangat kurang perhatian terhadap  masalah.  “Kita sering kecolongan,  SDG kita banyak yang dimanfaatkan orang dari luar negeri,” ucapnya mengingatkan.  Dia berharap ada peningkatan kepedulian terutama dari kalangan ASN terhadap sumber-sumber Kekayaan Intelektual Komunal Daerah yang berujung pada pemanfaatan untuk sebesar-besar kesejahteraan masyarakat khususnya Kalimantan Barat.

Share Post: