Kratom Akan Dipatenkan Menjadi Tanaman Khas Asli Kapuas Hulu Kalbar

By Administrator // Senin, 31 Agustus 2020 // 03:08 WIB // Penelitian

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Provinsi Kalimantan Barat, Dr. Herkulana Mekarryani S., M.Si.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Provinsi Kalimantan Barat telah melakukan survey terkait Komunal Jenis Kondisi Geografis dari Tanaman Puri atau Kratom sebagai tanaman asli dan khas (indigeneous) Kabupaten Kapuas Hulu Kalbar untuk dilakukan Hak Paten.

Balitbang Kalbar sebelumnya telah melakukan Penelitian terhadap Kratom dengan Judul Penelitian “ Peran Ekonomi Daun Kratom (Mitragyna Speciosa Korth) di Kapuas Hulu dan Sebagai Sediaan Obat” .

Dalam hal ini, Gubernur Kalbar sangat peduli terhadap pengembangan Kratom sebagai peningkatan perekonomian daerah maupun masyarakat serta manfaatnya secara farmasi bagi kesehatan tubuh manusia.

Berkenaan dengan itu, sebagaimana arahan Gubernur Kalimantan Barat, pada tahun 2020 ini Balitbang Kalbar telah melakukan penelitian terhadap daun Kratom di Kapuas Hulu dan akan ditindaklanjuti dengan penelitian lainnya.

Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Provinsi Kalimantan Barat kini dinahkodai oleh Herkulana Mekarryani menyampaikan Penelitian ini melibatkan akademisi Universitas Tanjungpura dengan keahlian masing-masing.

Pada tahun 2020, sebagai tindaklanjut Hasil Penelitian tahun 2020 ini, maka tahun 2021 akan dilakukan Penelitian mengenai Pengembangan Kratom sebagai Bahan Pengobatan Alternatif Masyarakat.

“Saya pribadi maupun sebagai Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Kalimantan Barat sangat berterimakasih atas dukungan penuh Bapak Gubernur,” ujarnya, Minggu (30/8/2020).

Selanjutnya, sebagai Rencana Aksi Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Kalimantan Barat tahun 2020 yaitu Fasilitasi Percepatan Hak kekayaan Intelektual Provinsi Kalimantan Barat .

Balitbang akan melakukan identifikasi hal-hal yang bisa diusulkan sebagai Hak Kekayaan Intelektual Kalimantan Barat baik Benda maupun Tak Benda.

“Kegiatan Fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual secara peraturan merupakan tugas Kelitbangan,” ucapnya.

Herkulana bersama Tim Kelitbangan dalam rangka mendukung kebijakan Gubernur Kalimantan Barat di bidang ini, salah satunya telah melakukan survey terkait Komunal Jenis Kondisi Geografis dari Tanaman Puri atau Kratom sebagai tanaman asli dan khas (indigeneous) Kabupaten Kapuas Hulu Kalbar untuk dilakukan Hak Paten.

“Saya dan Tim Kelitbangan Provinsi Kalbar berharap semoga hasil penelitian dan pengembangan Tanaman Puri atau Kratom ini akan bermanfaat bagi masyarakat Kalbar secara khusus maupun masyarakat Indonesia umumnya,” jelasnya

Selain Tanaman Puri,rencananya Balitbang juga akan memfasilitasi Hak Kekayaan Intelektual Komunal Kondisi Geografis Tanaman Belimbing Daerah di Kabupaten Sambas .

Selain itu Tanaman Lidah Buaya Kota Pontianak serta Fasilitasi Kekayaan Intelektual Ekspresi Budaya Tradisional masyarakat di Kabupaten Kapuas Hulu, Kabupaten Sintang, Kabupaten Sambas dan Kota Pontianak .

“Balitbang dalam hal ini bekerjasama dengan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Barat,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Pertanian melalui Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 104/KPTS/HK.140/M/2/2020 tentang kratom telah dimasukan kedalam Komoditas Binaan Kementerian Pertanian dicantumkan sebagai Tanaman Obat.

Hal ini sejalan dengan peraturan Menteri Kesehatan Nomor 5 Tahun 2020 yang tidak mencantumkan Kratom sebagai golongan narkotika.

“Semoga Balitbang bisa bekerjasama dengan seluruh pemangku kepentingan di Kalimantan Barat,” pungkasnya.

 

Sumber :

http://share.babe.news/s/pRjpbmpQvR

Share Post: