KRATOM JADI UNGGULAN PENELITIAN DI 2021

By Administrator // Kamis, 03 Desember 2020 // 08:46 WIB // Umum

Pontianak Post, - Majelis Pertimbangan (MP) Kelitbangan bersama Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kalimantan Barat (Kalbar) menggelar Rapat Koordinasi (Rakornis) serta Webinar Paparan Hasil Penelitian Tahun 2020 dan Rencana Penelitian Tahun 2021, Selasa (1/12). Salah satu penelitian yang akan diunggulkan pada 2021 mendatang adalah soal tanaman kratom.

 

Kepala Balitbang Kalbar Herkulana Mekarryani mengungkapkan, dalam kesempatan itu pihaknya bakal memantapkan hasil penelitian tahun 2020 dan rencana penelitian yang diunggulkan pada tahun 2021. Di antaranya tentang kratom. Yakni hubungan tanaman kratom dengan ekosistem di Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK), Kabupaten Kapuas Hulu.

 

“Kemudian juga tentang pengelolaan daerah aliran sungai, UMKM, BUMDES, pendidikan serta insfrastruktur jalan. Termasuk pengelolaan taman nasional berkaitan dengan Betung Kerihun dan Danau Sentarum berbasiskan pola air,” ujarnya.

 

Selain itu lanjut dia, akan ada penelitian dari salah satu warga Kalbar mengenai dugaan obat Covid-19. Dalam hal ini akan ada pertimbangan dan dibicarakan dalam Majelis Pertimbangan terlebih dahulu. “Nanti akan kami bicarakan pada Februari atau Maret 2021, untuk menjadi masukan sebagai perencanaan atau rencana bagi Litbang,” ucapnya.

 

Biasanya menuurut dia, prosesnya dimuladi dari asistensi dengan tim Bappeda baru kemudian ke gubernur, setelah itu ke Bappeda lagi. “Semoga rencana ini bisa di realisasikan,” harapnya.

 

Turut hadir para majelis pertimbangan dalam Rakornis webinar tersebut antara lain, Rektor Universiatas Tanjungpura (Untan) Garuda Wiko, Rektor UPB Purwanto, Rektor IKIP PGRI Pontianak Rustam, Ketua Kadin Kalbar Santyoso, serta Akademisi Untan Edy Suratman.

 

Banyak saran dan masukan yang diberikan oleh anggota majelis pertimbangan, salah satunya dari Edy Suratman yang berharap ke depan Balitbang Kalbar perlu merumuskan satu atau dua penelitian unggulan yang bisa diterapkan ke level kerjasama dengan dunia industri. Selain itu ia juga berharap Balitbang dapat membantu gubernur dalam rangka mewujudkan keharmonisan data.

 

“Serta Litbang harusnya hadir untuk merangkul orang-orang seperti Lutfi (penemu obat Covid-19), khususnya dalam rangka membuktikan atau mengembangkan hasil temuannya yang berupa obat,” pesan Edy.

 

Sementara itu Rektor UPB Pontianak Purwanto juga turut memberikan beberapa masukan, di antaranya soal rencana penelitian yang dilakukan oleh Balitbang Kalbar Tahun 2021 nanti. Ia sebagai pihak dari Perguruan Tinggi sangat mengapresiasi atas sinergitas dan solidaritas semua pihak. Baik dari pihak Kelitbangan maupun Perguruan Tinggi itu sendiri.

 

“Di dalam diskusi sudah mengerucut bahwa keterlibatan teman-teman di Perguruan Tinggi seperti yang disampaikan oleh Bapak Garuda Wiko sangat bagus sekali, karena kami mulai dari hulu dan sampai ke hilir,” jelasnya.

 

Purwanto berharap ke depannya hasil-hasil riset dari kampus juga bisa menjadi acuan pembangunan di Kalbar. Apalagi di kampus tentu relatif produktif, sesuai dengan Tri Darma yang salah satunya yakni pengabdian kepada masyarakat. “Bisa lewat penelitian, sesuai dengan keunggalan dan kooperatif dari masing-masing perguruan tinggi, karena karakteristik yang relatif berbeda dan juga ada keunggulan. Jadi kalau bisa disinergiskan,” harapnya.

 

Dengan sinergi yang baik ia yakin, akan menjadi suatu penguatan. Ia ingin agar lahir gagasan-gagasan dalam bentuk konsep, model dan pilihan opsi kebijakan. Sehingga dalam merumuskan pembangunan di Kalbar percepatanya bisa berbasis kepada hasil-hasil riset.

 

“Mari kita bangun Kalbar bersama-sama, di semua stakholder dilakukan sinergis dan dilakukan dengan kebersamaan, bisa menghadirkan dan mensejahterakan masyarakat Kalbar bersama,” ajaknya. .(bar/r)

 

Sumber : https://pontianakpost.co.id/kratom-jadi-unggulan-penelitian-di-2021/

Share Post: