Litbang Kalbar Perkuat Basis Data Inovasi Daerah Secara Masif

By Administrator // Rabu, 18 Maret 2020 // 12:07 WIB // Umum

PONTIANAK - Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Kalimantan Barat menggelar pertemuan dalam rangka memperkuat basis data Inovasi Daerah secara masif di Hotel Kini Pontianak, Kamis (12/3/2020).

 

Data tersebut merupakan kebutuhan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan Pemerintah Kabupaten dan Kota se-Kalimantan Barat dalam rangka meningkatkan Indeks Inovasi Daerah.

 

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Kalimantan Barat, Ir. Ansfridus P. Andjoe melaporkan dasar kegiatan ini dipayungi oleh Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 104 Tahun 2018 tentang Penilaian dan Pemberian Penghargaan dan/atau Insentif Inovasi Daerah.

 

Inovasi menjadi kata kunci untuk bisa survive di tengah persaingan yang makin hari makin kompetitif, apalagi jika dikaitkan era Industri 4.0.

 

"Dimana sebuah era digitalisasi segala aspek kehidupan menuntut determinasi yang tinggi dari kita semua, untuk bergerak dengan kecepatan eksponensial yang sama dengan kecepatan perkembangan yang tejadi," ucapnya.

 

Sebuah era bukan semata-mata persoalan ekonomi tetapi sudah mencakup perubahan gaya hidup secara keseluruhan, ungkap Anfridus lebih lanjut.

 

Pada kesempatan tersebut dihadirkan pula akademisi dari Universitas Tanjungpura Pontianak, Prof. Dr. Eddy Suratman, S.E, perwakilan Puslitbang Inovasi Daerah Kementerian Dalam Negeri, dan perwakilan Bappeda Kota Pontianak untuk mensharingkan substasi Inovasi daerah serta praktek prektek Inovasi yang selama ini telah dilakukan.

 

"Diharapkan kegiatan ini menjadi inspirasi bagi Kabupaten/Kota bahkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk melakukan Inovasi," ucapnya.

 

Ukuran yang dipakai untuk mengukur kesejahteraan masyarakat salah satunya adalah peringkat IPM, Kalimantan Barat hingga saat ini masih berada di peringkat 29 dari 34 Provinsi, dengan demikian itu berarti memang masih ada problem di indikator pembentuknya di Kalbar.

 

Selain itu menurut rilis BPS periode Maret 2020 angka kemiskinan yang tertinggi di regional Kalimantan adalah Provinsi Kalimantan barat, artinya kesejahteraan rakyat di Kalbar berada pada posisi terendah dibandingkan dengan Provinsi lainnya.


Sumber :

Penulis: Anggita Putri

Editor: Madrosid

https://pontianak.tribunnews.com/2020/03/12/litbang-kalbar-perkuat-basis-data-inovasi-daerah-secara-masif.

Share Post: