Pentingnya pemahaman potensi kekayaan intelektual Kalbar

By Administrator // Kamis, 01 Agustus 2019 // 04:11 WIB // Umum

Pontianak (Suara Kalbar) - Wilayah Provinsi Kalimantan Barat masih memiliki potensi kekayaan intelektual yang tinggi yang perlu digali lebih dalam.  Kepemilikan komunal seperti ekspresi budaya tradisional, pengetahuan tradisional, indikasi geografis atau indikasi asal, serta sumber daya genetik perlu dikelola dan dimanfaatkan seoptimal mungkin.
"Sehingga menjadi bagian dalam inovasi daerah demi peningkatan kesejahteraan masyarakat Kalbar," ungkap Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat  yang diwakili asisten administrasi dan umum, Marlyna usai Sosialisasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) bagi aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan Pemerintah Kabupaten/kota yang digelar oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kalbar.

Menurutnya untuk mendukung itu semua diperlukan aparatur sipil negara (ASN) yang handal yang memiliki wawasan yang luas terkait dengan Hak Kekayaan Intelektual.

Plt Kepala Badan Litbang Kalbar, Emi Puterina  mengatakan acara sosialisasi diadakan untuk memberikan wawasan kepada masyarakat terutama para ASN terkait hak kekayaan intelektual yang meliputi aspek dasar hukum, peran pemerintah daerah yang diwakili lembaga kelitbangan daerah dalam perlindungan HKI, mekanisme pengajuan HKI, potensi-potensi HKI seperti ekspresi budaya tradisional, sumber daya genetik, serta indikasi geografis. 
“Dampak atau outcome dari kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan praktek-praktek inovasi di daerah guna peningkatan kesejahteraan masyarakat”  imbuhnya. 

Suzy Heranita yang mewakili Ditjen Kekayaan Intelektual Kemenkumham menyoroti betapa berharganya kekayaaan intelektual bagi sebuah bangsa.
“Semakin maju suatu negara, semakin bergantung negara tersebut pada modal intelektualnya, karena modal intelektual bersifat “renewable and sustainable," tutur Suzy. 

Dijelaskannya bahwa aset kekayaan intelektual sangat bernilai karena memiliki kelebihan-kelebihan yaitu memiliki perlindungan hukum, memiliki nilai dalam bisnis, menciptakan penghasilan, mendatangkan investor, serta mendorong riset dan teknologi. 

Suzy menambahkan bahwa secara ekonomi Kekayaan Intelektual merupakan aset yang bersifat skalable atau mengakomodasi perubahan.
"Dimana ttidak mengalami depresiasi (penyusutan), serta dapat dimanfaatkan disertai dengan aset pendukung seperti teknologi, SDM, dan fasilitas produksi," katanya lagi.

Sementara Muhayan dari Kanwil Kalbar menyoroti pentingnya menjaga kepemilikan Kekayaan Intelektual Komunal.  Contoh-contoh kekayaan intelektual komunal (KIK) dari kalimantan Barat yang telah terdaftar antara lain  KIK Perayaan Cap Go Meh Kota Singkwang, KIK Tradisi Budaya Robo-robo dan Haul Opu Daeng Manambo di Kabupaten Mempawah.  Sementara itu untuk KIK indikasi geografis dari Kalimantan Barat yaitu terdaftar untuk Beras Uncak dari Kabupaten Kapuas Hulu.  Ditambahkan oleh Muhayan bahwa Kalimantan Barat kaya akan sumber daya genetik (SDG) namun masih sangat kurang perhatian terhadap masalah.
“Kita sering kecolongan, SDG kita banyak yang dimanfaatkan orang dari luar negeri” sesalnya. 

Dengan kegiatan ini Muhayan berharap ada peningkatan kepedulian terutama dari kalangan ASN terhadap sumber-sumber Kekayaan Intelektual Komunal Daerah yang berujung pada pemanfaatan untuk sebesar-besar kesejahteraan masyarakat khususnya Kalimantan Barat.
Kegiatan sosialisasi Hak Kekayaan Intelektual ini menghadirkan pejabat dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual serta Pejabat dari Kantor Wilayah Kalimantan Barat Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia. 

Penulis  : Dina Wardoyo
Editor    : Kundori

Share Post: