Selaraskan Hasil Penelitian Dengan Program OPD

By Administrator // Selasa, 10 Desember 2019 // 03:01 WIB // Penelitian

PONTIANAK-Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kalimantan Barat (Kalbar) berharap hasil dari penelitian yang sudah dilaksanakan dapat menjadi rekomendasi dan ditindaklanjuti oleh OPD terkait. Hal ini sehubungan dengan telah dituntaskannya tujuh penelitian oleh Balitbang di tahun 2019 ini.

 

Seperti diungkapkan, Kepala Balitbang Kalbar Ansfridus J Andjioe, pihaknya telah menggelar seminar penyempurnaan kelitbangan dan ekspose hasil penelitian tahun 2019. Kegiatan tersebut sekaligus penyelarasan hasil penelitian dengan program atau kegiatan OPD.

 

“Untuk itu perlu saya sampaikan bahwa hasil penelitian tersebut selain ditindaklanjuti dan diimplementasikan, namun yang terpenting sekali adalah perlu diselaraskan dengan program atau kegiatan pada tahun 2020 yang akan datang,” ungkapnya kepada awak media, Senin (9/12).

 

Khusus kepada tim peneliti ia kembali mengingatkan agar selalu mengacu pada prinsip-prinsip kelitbangan pemerintah daerah. Antara lain diarahkan dalam rangka penerapan kaidah-kaidah ilmiah secara umum, dengan memegang teguh etika dan kode etik penelitian. Demi menjamin integritas hasil kelitbangan, profesi dan kelembagaan.

 

“Dengan mengacu pada prinsip dasar tersebut tentunya  perlu dijadikan acuan dan dipedomani oleh peneliti dalam setiap kegiatan penelitiannya,” katanya. Selain itu juga diharapkan penelitian ini bisa membuahkan hasil yang maksimal dan dapat dipertanggung jawabkan. Dengan dukungan dan partisipasi aktif dari semua pihak termasuk jajaran OPD terkait.

 

“Saya menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih, semoga jerih payah yang diberikan merupakan cerminan tekad dan komitmen bersama dalam rangka membangun organisasi atau lembaga yang dinamis, menuntut adanya perubahan dan inovasi dari setiap ASN,” pungkasnya.

 

Adapun tujuh judul penelitian dari Balitbang Kalbar tahun ini antara lain, pertama analisis dampak program pembangunan pertanian kawasan perbatasan di Kabupaten Sanggau dan Kabupaten Sambas. Kedua peluang pengembangan sentra UMKM pengolahan hasil perikanan tangkap di Kalbar. Ketiga evaluasi program upaya khusus sapi induk wajib bunting (UPSUS-SIWAB) tahun 2017 di Kalbar.

 

Lalu yang keempat analisis kondisi dan potensi pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kalbar. Kelima strategi menuju desa mandiri di Kalbar, keenam epidemiologi pemberantasan rabies di Kalbar. Dan yang terkahir potensi pengembangan budidaya air payau.(bar)

 

Sumber :

https://pontianakpost.co.id/selaraskan-hasil-penelitian-dengan-program-opd/

Share Post: