Teliti Soal Peran Perusahaan Dalam Kemandirian Desa

By Administrator // Selasa, 27 April 2021 // 10:39 WIB // Penelitian

Pontianak, - Badan Peneltian dan Pengembangan (Balitbang) Provinsi Kalimantan Barat berkomitmen terus meningkatkan kualitas maupun kuantitas kelitbangan untuk mendukung pembangunan daerah. Salah satunya penelitian soal peran perusahaan perkebunan maupun pertambangan terhadap kemandirian desa di sekitarnya.

 

Jadi di tahun 2021 kami sudah menjaring ada 21 penelitian, termasuk perekayasaan tahun 22 akan dilakukan perekayasaan terkait pembangkit listrik tenaga surya terapung untuk desa tertinggal dan berkembang,” ungkap Kepala Balitbang Kalbar Herkulana Mekarryani usai pembukaan Seminar Idea Concept Paper (ICP) Tahun 2021 di Hotel Ibis, Senin (26/4).

 

Sesuai dengan tema dari ICP tersebut, kelitbangan dan perekayasaan kedepan akan fokus pada percepatan pembangunan ekonomi yang inklusif Berbasis Sumber Daya Alam (SDA) dan Peningkatan Kualitas Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

 

“Berdasarkan hasil penelitian 2020 kami melihat memang keberadaan perkebunan kelapa sawit secara tidak langsung mendorong pusat perekonomian baru, akan tetapi desa di sekitar perkebunan masih berstatus tertinggal dan berkembang” katanya.

 

Tidak hanya perkebunan hal yang sama juga terjadi di desa-desa sekitar kawasan pertambangan. Untuk itu di tahun 2021 akan ada kerjasama dengan perusahaan perkebunan dan pertambangan. “Jadi desa di sekitar perusahaan sawit dan pertambangan belum secara signifikan menunjukkan perubahan status desa, meskipun ada, tapi tidak secara langsung. Karena CSR dari sawit dan pertambangan tidak mendorong indikator desa mandiri,“ paparnya.

 

Untuk peneltian tahun 2021 ini dilakukan di lima Kabupaten yakni Kapuas Hulu, Kayong Utara, Mempawah, Sanggau dan Sintang. Dengan sampel lima desa di setiap kabupaten, terkecuali di Kabupaten Sanggau yang melibatkan 16 Kabupaten.

 

Kami akan ambil peran perusahaan pertambangan untuk mewujudkan desa mandiri di sekitar perusahaan, seperti di Sanggau kami ambil Antam,” pungkasnya.

 

Sementara itu Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kalbar Drs. Junaidi, MM menyambut baik pelaksanaan ICP untuk mempersiapkan penelitian, pengembangan dan perekayasaan untuk tahun 2022 mendatang. Apa yang dilakukan tentunya harus sejalan atau mendukung Visi Misi Gubernur Kalimantan Barat 2018 – 2023.

 

“Jadi Apresiasi teman-teman di Balitbang dan apresiasi juga kepada teman teman di OPD yang mendukung penuh berkaitan dengan objek yang akan diteliti di tahun depan,” katanya.

 

Sumber :

Pontianak Post

Share Post: